2016 is not about resolution, but action.

Akhirnya saya mencoba menulis lagi di tahun yang baru ini. Mungkin yah hanya selintas dua lintas pikiran yg terjebak di otak saya bahwa :

“Dunia yang kau keluhkan ini, hanyalah sebagian kecil.”

Karena sebagian besarnya mungkin tidak pernah terbayangkan untuk kamu rasakan. Ketika orang lain yang sudah terlahir sejak kecil untuk mengalami penyakit yang tidak dapat disembuhkan, dan beberapa hal ketidakberuntungan lainnya. Kamu mengeluhkan pekerjaan mu, suatu waktu aku ke surabaya tengah malam dan melihat petugas kasir tol yang selalu terjaga tiap malamnya di bilik tol yang kecil dan menghirup asap setiap harinya. Kamu mengeluhkan keluarga mu, lihatlah anak yang sedari kecil tidak pernah memiliki bapak & ibu. Kamu pikir apa semenjak kita lahir ke dunia kita dapat memilih siapa orang tua kita?

Dan suatu malam aku melewati perempatan lalu lintas, melihat seseorang berjoget dengan menggunakan kostum badut. Aku tahu itu adalah atraksi yang menyedihkan karena betapa panasnya ia di dalam kostum itu.
Dan ketika balik di malam yg lebih malam, di perempatan yg sama ia sedang duduk termenung menatap kosong, sambil memangku kepala badutnya yang sudah dilepas.

Dan malam lain ketika aku selesai menutup toko jam 00.30, melihat seorang bapak yang masi segar bugar memungut semua sampah di tempah sampah tiap sudut ruko. Hey, lihat siapa yang memiliki jam pulang kerja yang lebih malam, aku atau bapak itu?

Ketika uang yang dengan mudahnya kamu hamburkan, namun begitu sulitnya bagi seseorang untuk mengaisnya.

Ketika kita meninggal nanti, mungkin kita akan dilupakan. Hidup kita bukan untuk mencari nama, jabatan dan kekayaan. Semuanya akan menjadi debu, namun karakter, tutur kata dan perjuangan kita akan selamanya menjadi warisan untuk generasi selanjutnya.
Seburuk apapun kehidupan ini, kita harus tetap bersyukur. Manusia selalu memiliki keinginan tanpa batas. Alangkah indahnya apabila anugerah dan limpah yang engkau miliki sekarang disyukuri & berusaha untuk bisa berbagi dengan orang lain.

Tetap semangat, pantang menyerah, terus berusaha, berkarya & bekerja keras!

Voila! Selamat tahun baru 2016!

-fin-


So, underneath this post is the last happy birthday..

Ketika kita mati, kita mungkin akan menjadi bintang.

Menjadi salah satu bintang dari sekian ribu bintang di langit.

Dan, engkau ayahku.. pasti menjadi salah satu bintang yang bercahaya di sana.

Dalam suatu pidato perpisahanmu, engkau mengatakan mengenai dinamika kehidupan.

Suatu pasang surut kehidupan, ketika pertama kali berjumpa, maka suatu saat kita akan berpisah.

Saat pertama bertemu muka, lalu berpisah menampakkan punggung.

Aku masih tidak tahu akan bakal secepat ini.

Rasanya seperti kenyataan yang menjadi mimpi.

Ketika aku selalu mengandalkanmu maju di batas depan medan perang.

Ketika aku selalu melihat tulang punggung mu yang begitu kuat menahan beban kita semua.

Bahkan beban orang lain. Keluarga lain. Keluarga-keluarga lain. Keluarga-keluarga dan keluarga lain.

Bila putri kaca itu ada, aku mungkin ibarat putra kaca yang masih tidak mengerti dan memahami dan meratapi kepergian ini.

Ketika engkau hadir dalam mimpiku pun untuk mencabut semua paku itu, entah kenapa paku itu malah makin tertancap. Karena aku makin tiada menyadari arti dan esensi kehidupan.

Inikah yang engkau maksud, ayahku, dengan dinamika kehidupan?

Ketika aku dipaksa untuk berada di depan ketika aku menyadari aku tidak pernah siap untuk itu.

Ketika saudaraku menangis karena kehilangan tempat untuk mencurahkan hati dan tempat solusi.

Engkau, ayahku terlalu berharga untuk pergi terlalu cepat.

Kita berada di tengah perjuangan yang belum engkau selesaikan.

Kita berada di satu titik dimana ada beberapa pembuktian yang tak sempat tersampaikan.

Kita berada di satu titik rencana-rencana indah yang hanya Tuhan yang bisa putuskan.

Engkau tak sempat melihat cucumu lagi yang sedang lucu-lucunya bahkan mungkin anakku.

Engkau memutus rantai penglihatan dan kepercayaanku akan kehidupan.

Ayah, aku masih tak percaya akan semua ini. Aku masih tak percaya orang sebaik yang memiliki karakter berharga dan pekerja keras dan pejuang seperti engkau harus pergi dulu dibandingkan orang-orang lain bahkan aku sendiri.

 

Rest in Peace, Dad..

Theddy Tengko.


Happy Birthday, Dad!

Tidak pernah terbersit di benakku, atau ketika aku berada pada fase 5 tahun lalu, bahwa bakal ada suatu pernyataan seperti ini:

“Mamaku mengontrak suatu rumah di Bandung, berkat saran dari Gayus Tambunan.”

Ya, siapa yang tidak kenal Gayus?  ketika kasusnya beberapa tahun silam dibesar-besarkan dan menjadi pemberitaan media dimana-mana, Kini sering sekali aku melihatnya langsung. Ya, Papaku juga tentu mengenalnya, karena beliau orang yang supel dan cepat bergaul dengan orang-orang di sana tidak melihat siapa itu mereka. Gayus pun juga menjadi lawan tenis yang (tidak) sepadan papaku, haha.

Hampir 4 bulanan ini aku disibukkan dengan rutinitas bolak balik pulang pergi bandung mengendari mobil sendiri, entah mengantar mamaku, kakakku, dan relasi yang lain untuk menjenguk papaku. Kadang aku sampai tidak punya waktu untuk diriku sendiri. Bandung dulu yang aku sangat buta mengenalnya, kini aku hampir mengetahu beberapa seluk beluk jalan-jalan di sana.

Banyak hal baru yang kutemui, yang walau tidak ingin aku alami, namun harus aku jalani.

Aku bertemu banyak tokoh-tokoh orang yang sudah pernah berjasa bagi negaranya, atau mungkin kaum apatis akan menganggap (pernah) berjasa bagi negaranya, ataupun tokoh politik yang populer namun harus masuk kampus biru entah memang karena kesalahannya, kesalahan tanggung jawab, atau menjadi korban kepentingan mafia hukum yang lebih besar.

Sebut saja mulai dari Bapak Syamsul Arifin (ex Gubernur Sumatera Utara),  Bapak Hari Sabarno (ex Mendagri yang juga Jenderal Bintang 4), Pak Agus Riyanto yang kecil namun selalu bersemangat seperti kutu loncat (ex Bupati Tegal),  Pak Eep Hidayat (ex Bupati Subang),  Pak William Sapulete, orang ambon yang baik sekali namun katanya tidak lahir di ambon dan belum pernah ke ambon (ex karyawan Bank Mandiri tahun 2003), Fahd Rafiq (Kasus pengadaan Alquran), Herman Felani (mantan aktor indonesia akhir 70an), Nazaruddin (ex Sekretaris Partai Demokrat) yang jarang keluar dan selalu bersama 2 bodyguardnya kemana-mana, sampai ke Gayus Tambunan. Orang-orang yang sebelumnya aku tidak begitu tahu, atau tidak mau tahu, namun kini aku menjadi tahu karena obrolan dengan papaku. kadang aku Google siapakah mereka, apa kasus mereka, agar aku menjadi lebih tahu.

Banyak sekali cerita dari sana ketika hari pertama aku mengunjungi papaku. Saat ketika Beliau masih menggunakan celana dinas bupati yang sudah dipakai 5 hari sejak hari penangkapan, serta kaos seadanya pemberian orang. Ketika itu aku mengunjungi bersama mama dan 2 relasi lainnya. Mamaku sangat sedih dan menangis, walau papaku terlihat tegar. Beliau cepat akrab dengan orang lain di dalam lapas. Aku hanya bisa berlinang. Di hari pertama, aku sangat disibukkan untuk mencari kebutuhan sehari-hari papa di sana bersama mama. bukan dalam hanya hitungan hari. Namun dalam minggu demi minggu, sampai detik ini. Setiap kali mengunjungi, aku dan mama sebelumnya selalu mencari makanan untuk santap siang, dan AMPERA, KFC, serta SEDERHANA menjadi juara dalam mengakomodasi santap siang tersebut sampai kadang aku menjadi bosan hehe. Beberapa kali pulang pergi bandung, macet sana sini sudah menjadi makanan empuk yang sesungguhnya. Di Bandung, kami sudah beberapa kali mencari hotel dengan rate murah di sukajadi, wr supratman sampai pada akhirnya Mamaku mengontrak rumah di dekat lapas atas saran Gayus.

Dan 1 Oktober 2013 kemarin, papaku merayakan ulang tahunnya yang ke 58 di lapas. Aku kembali mengunjunginya, berangkat pagi hari menuju Bandung, mengingatkanku pada jalan tol ketika aku sering pulang kampung dulu dari Surabaya ke Malang. Tidak ada perayaan besar, hanya perayaan sederhana dengan 1 loyang kue Harvest bersama Papa, Mama dan 1 saudara sepupuku. Aku pun tidak ada kado untuk Beliau. Aku hanya mengucapakan di bbm kalau aku menyayanginya. Ya, ketika disana, papaku beberapa kali berlinang, walaupun Beliau berusaha untuk menyembunyikanya. Matanya merah saat ulang tahun itu. Namun beliau tidak pernah menangis seperti anak kecil. Hanya diam saja.

Ada satu kalimat yang pernah dilontarkan Pak Syamsul Arifin pada suatu ketika mengobrol dengan mamaku, ia berkata:

“Ibu itu kemarin saya lihat, Bapak itu kenapa kok nangis sendirian, bla3” dan lanjutannya saya lupa..

Entah kalimat itu sungguhan atau guyonan, yang pasti bila sungguhan, wah pedih sekali hati ini hehe.

Ya apapun itu, aku cuma bisa mendoakan yang terbaik dari sini, diberi kesehatan, selalu kuat dengan lindungan Tuhan Yesus di belakang papa.

Kekayaan, kekuasaan, jabatan itu hanya sementara, tidak dibawa mati. Ketika kita mati, sebesar apapun rumah kita dulunya, sekilau apapun prestasi kita, sehebat sejago sepinter dan se se se se se yang lainnya, rumah masa depan kita akan sama semuanya nantinya : 2x1m.

Cerita dan kebenaran kasus papaku biarlah hanya Tuhan, Aku dan Mamaku yang tahu detailnya, biarlah orang lain mau berkata apa hanya lewat pemberitaan picik di media.

Happy Birthday, Dad.

Keep really strong.

Tuhan memberkati.


Be Strong, Dad..

Aku kira, sesuatu hal seperti penahanan ayahku hanya terjadi di film-film box office saja atau sebutlah serial US seperti Prison Break, atau aku pikir tidak mungkin terjadi pada ayah kandungku sendiri. Kadang Aku pikir.. Hidup ini hanyalah sebuah guyonan belaka, bukan?

Peristiwa itu masih terjadi 3 hari lalu, dan aku masih berpikir apakah ini realiti? ingin rasanya mencubit pipi ini, dan mengatakan : “Ah, ini semua hanya mimpi..” Tapi seketika aku terbangun lagi dari sadarku, aku tahu ini bukan mimpi, ini kenyataan.

Aku orang yang cuek kepada orang tuaku. Aku sadar, kadang aku hanya berkomunikasi dengan mereka ketika aku sedang butuh. Lalu ketika semua ini telah terjadi, dengan banyak pemberitaan di media massa, dan beberapa teman ku menjadi tahu, aku hanya bisa pasrah. Sebesar apapun pandangan subjektifku untuk membela ayahku, hanya akan sia-sia. Ketika aku membaca berita di internet, dan melihat semua komentar-komentar yang ada, yang ada di benak mereka pasti tidak pernah merasakan bagaimana apabila itu terjadi pada ayah mereka? Mereka selalu menghakimi dari satu sisi, terbawa arus oleh sisi media yang aku sekarang aku tahu, apa yang terjadi di berita dan internet, Aku tidak dapat lagi untuk mempercayainya 100%. Kadang aku tidak tahu lagi, mana sumber yang benar dan mana yang tidak. Aku tahu ini subjektif. Aku hanya bisa bilang kepada mereka yang menghakimi tanpa mengetahui sesungguhnya siapa beliau, “Ya Tuhan, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.”

Ayahku bukanlah siapa-siapa. Tetapi ia tahu bagaimana mengajarkan anak-anaknya menjadi kebal akan materi. sesuatu yang tak mungkin kita bawa mati. Kalau ingin meraih sesuatu, capailah dengan penuh perjuangan.

Dalam 6 bulan aku menemaninya bersama ibuku, dan tahun-tahun sebelumnya Beliau selalu tidur dibawah ranjang. Tidak pernah di atas ranjang. Aku tidak tahu mengapa begitu. Aku hanya menerka, mungkin Beliau ingin mohon ampunan kepada Tuhan dengan merendahkan dirinya.. Beliau tidak ingin merasa pantas tidur di atas ranjang.. Bahkan ketika di kamar hotelpun, Beliau hanya tidur beralaskan sofa atau dilantai beralaskan selimut. Tidak sekalipun di atas ranjang. Entah sudah berapa tahun lamanya.

Ayahku juga ingat bahwa hidup ini cuma sebentar. Beliau adalah seorang yang paling rajin dan pasti memarahiku habis-habisan apabila aku berkemas ke Gereja bermalas-malasan. Power Rangers atau Doraemon lebih menarik bagiku. Walaupun Aku tahu, ayahku kadang susah dibangunkan oleh ibuku. Tapi begitu bangun, Beliau langsung cepat bergerak untuk bersiap ke Gereja. Dan entah mulai kapan, Beliau mulai membaca ayat-ayat alkitab setiap malam. Setiap Hari. Aku masih ingat ketika suatu ibadah di hari Minggu, seorang pendeta bertanya kepada Jemaatnya: “Siapa jemaat di sini yang meluangkan waktunya untuk membaca Alkitab setiap hari?” Kemudian para jemaat saling bertatap muka satu sama lain dan melihat sekeliling. Maka tiba-tiba saja Ayahku dengan semangatnya mengangkat tangannya, “Saya Pak!” Di dalam hatiku aku ingin tertawa karena seperti anak SD yang sedang ditanyai oleh Gurunya, namun di satu sisi ada kebanggaan yang besar karena memiliki Ayah seperti Beliau. Karena yang aku ingat saat itu hanya beliau yang lantang dan mengakui membaca Alkitab setiap hari. Jaman sekarang, karena begitu banyaknya aktivitas dan pekerjaan, mudah sekali bagi kita untuk melupakan Tuhan. Mungkin berdoa adalah satu hal rutin, namun membaca alkitab setiap hari dan merenungkan firman-firmannya adalah satu hal. Sungguh Aku ingin mengikuti jejak Beliau.

Masih ingat dalam memoriku, ketika kasus yang menimpanya ini semakin membuat Beliau tertekan. Beliau hampir setiap malam mengajak Aku dan Ibuku untuk berdoa khusus di depan altar Gereja jam 11an malam, dengan lampu di sekeliling ruangan gereja dimatikan semua. Beliau selalu berdoa dan mengatakan hal yang sama : minta ampunan, mohon memaafkan musuh-musuh Beliau, minta perlindungan untuk keluarga, bahkan juga berdoa agar Aku mendapat kerja yang baru, serta siap menyerahkan diri & nyawa, apabila itu memang kehendak Tuhan. Sedih aku mendengarnya. Ketika selesai, kami semua saling berpelukan dan cium pipi kiri kanan, seakan itu adalah pertemuan akhir kita dengan Beliau. Sesudah itu kadang aku mengantarnya makan soto ceker favoritnya di Sabang, kemudian melewati para waria di Taman Lawang, sekedar untuk mencari hiburan melihat pakaian-pakaian seksi yang dipakai dan aksinya ketika melambai-lambai pada tiap mobil yang melewati mereka. Kalau setelah ibadah hari Minggu, beliau sering mengajak makan di Lapo Senayan, namun karena saking seringnya setiap minggu, Ibuku sampai kesal namun dengan nada guyon agar mencari tempat makan di tempat lain, karena mereka berdua dalam program diet dan makanan lapo tentu tidak tepat untuk mengakomodasi program diet mereka. Mereka selalu terlihat serasi dan saling melengkapi. Guyonan-guyonan kecil mereka membuatku bahagia. Aku tak butuh materi apapun untuk melihat mereka bahagia. Ibuku selalu bilang, hanya perhatian yang mereka butuhkan dari anak-anaknya. Pasangan ini telah melewati hampir 33 tahun dalam pernikahannya. Jatuh bangun, dari masa sulit sampai masa sekarang ini. Masi ingat ketika tidak ada makanan, Ibuku membuatkan anak-anaknya nasi dengan garam saja dikepal-kepal. Namun aku masi teringat hal itu sebagai memori yang indah, ketika kita dapat menerima apa adanya keadaan kita saat itu.

Karena masa sulit itu lah, Ibuku sering iba pada orang-orang kecil disekitarnya, bahkan keluarganya sendiri, namun tidak pernah lupa akan akarnya. Mengingatkan terus kita dan ayah, darimana kita berasal. Jangan pernah sombong. She’s a guardian angel for this family. Selalu mengingatkan kita akan hal-hal baik. Ibu pernah berkata : “Kamu itu harus baik ke orang, selalu menegur dan menyapa. Tidak pernah ada ruginya apabila kita itu menolong orang lain.” Ibuku juga yang selalu mengingatkan Ayahku untuk tetap berada di jalan yang lurus dan benar. Ayahku juga entah mengapa mudah bersosialiasi dengan orang lain tidak melihat statusnya. Sesuatu yang ingin sekali Aku duplikat karakternya. Di suatu waktu, Ayah dan Ibuku mengajak anak dari Ibu penjual gorengan untuk jalan-jalan ke Surabaya. Ya, mereka kenal dengan baik Ibu tersebut dan juga suaminya. Aku pernah mengobrol dengan suami ibu tersebut, bahwa Ayahku juga sudah pernah mampir ke rumah mereka di suatu gang yang sempit, dimana rumah mereka mungkin hanya beberapa meter kali beberapa meter.

Orang lain boleh mengatakan apa saja, memaki, menghakimi, mengutuk.. Itu adalah hak mereka. Kadang mereka tidak pernah sadar, apa sih yang sudah mereka perbuat bagi negara ini? Negara yang mungkin sudah hancur. Orang hanya selalu mengingat perbuatan buruk, namun perbuatan baik susah sekali di ingat. Bahkan Aku dibandingkan beliau juga tidak apa-apanya, Kita dengan mudahnya mengomentari Presiden, Atlet berprestasi namun sekarang jeblok atau siapalah, seakan tugas yang pernah mereka emban semudah kita membalikkan telapak tangan. Lupa akan kerja keras yang pernah mereka berikan. Sudah jelas bahwa Bangsa ini adalah Bangsa yang jago berkomentar, yang hanya kreatif ketika suatu fenomena muncul untuk dijadikan parodi, yang sudah buta dan tutup mata akan penderitaan orang lain.

Ketika aku melihat ayahku di televisi, yang dijebak, ditarik dengan paksa dan dimasukkan ke dalam pesawat, melihatnya harus diborgol namun terus menunjukkan wibawanya. Ketegarannya. Aku kasihan, Tuhan. Apakah sejahat itu kah Ayahku? Aku yang cengeng, dan Beliau yang jarang sekali Aku melihatnya menangis. Namun ketika aku membaca berita bahwa ia sempat meronta dan meminta tolong ketika diseret, apakah Beliau pantas diperlakukan seperti itu Tuhan? Lebih baik Aku saja Tuhan yang tidak berguna dan pendosa ini yang menggantikan beliau saat-saat itu..

Mungkin, semua ini ada hikmahnya..

Mungkin, rencana Tuhan akan jauh lebih baik..

Have Faith,

Be Strong Dad..

-fin-


Kekacauan di Akhir Pekan

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, saudaraku tukang sayur, tukang kebun, tukang sampah & tukang parkir.. Saya ingin mengumumken.. pada hari Sabtu, tanggal 18 mei 2013, Saudara Prazu-San asal kota Malang bertandang ke ibukota negara ini untuk menghadiri pernikahan saudaranya dan dia menginap di apartemen Gading Square aka MOI.

Kedatangan Prazu-San ini tidak dinyana dan tidak diduga telah membawa kekacauan pada sekelompok masyarakat kecil kaum ZhOr, terutama saya. Kronologisnya adalah sebagai berikut:

1.  Karena saya jumat malamnya maen FIFA 13 ama Gus Inu ampe subuh, saya jadi kurang tidur besoknya dan jam 11 kurang harus menjemput sodara Prazu yang tiba-tiba sudah berada di GI bersama keluarganya, maka saya jemputlah dia dengan Knight Rider saya. Saya bilang: “Pras, jok mbalek sek… ak 10 menitan wis nyampe kono.. omahku cedek (masio ga piro yakin pisan sih nyampe kono tepat waktu.. wkwkwk)” . Ternyata apa yang ditakutkan terjadi pemirsa.. 10 menit bener2 nyampe sampe Lobby GI zzz dan Prazu san masi berada entah dimanaaaa…. dirimuuu beradaaaa…..HAMPAAA !!! terasa… diriku tanpa dirimuuuu~~~ by Ari Lasso. Dan saya dengan malu2 kucing menunggu di lobby GI.. 2 menit… 4 menit… dan akhirnya 5 menit saya lalu diusir oleh satpam GI karena ada mobil lain mau lewat jadi sempit.. zzz akhirnya saya memutar bangunan west mall, untungnya bisa kembali lagi ke lobby tadi dan Prazu-San sudah ready untuk dijemput.

2. Janjian Karaoke di INUL VISTA Taman Anggrek dengan Erick & Erika (penulis terkenal blog Fly Me To My Dream & Gagas Media challenger) jam 17.00 an dimulai. namun apa yang terjadi pemirsa ??? ketika jam 16.30an Saia sudah di tata, saya bbm erik ternyata dia baru bangun. ketika jam 5 saya sudah sampe TKP, maka saya share time sambil menunggu dengan mengantar tata cari2 sepatu, kemudian beli Mamaros Jus di (rasa pineapple-orange) di Hero underground karena DISKON 50% bok.. exp bsk.. aslinya 28rb jadine 14rb 600ml, beli bakpao, tunggu2an ama pras pam2, trakir dihabisi dengan naik lantai 4 dan beli Old Chang Kee. Jam 17.22 saya bbm erik, katanya erika lagi ngeringin rambut. Kita kemudian menunggu di depan Old chang kee sambil menonton orang2 yang lagi ice skatting an, dan beberapa saat kemudian datanglah pak BY. DAN APA YANG TERJADI PEMIRSA SELANJUTNYA ??? sejam lebih berlalu sampe jam 7 Kurang berlalu. saat jam 18.30 saya bbm erik, sedang di parkiran, lalu di toilet (ternyata erika beol menurut pengakuannya di bbm semalam). Dan Prazu San mulai mangkel2 dan pengen nelp sodara erik untuk kemudian dijatuhkan ke bawah lantai ice skatting. wkwkwk. Dan setelah berjam2 menunggu akhirnya datanglah sodara Erick dan Erika yang terkenal itu dengan keadaan erc masi mesam mesem. Suasana menjadi awkward. Dan akhirnya karena sudah jam 19, kita mungkin ga jadi karaoke.. yang penting cari makan dulu.

3. Ajisen Ramen. Seharusnya, tempat kongkow sambil makan yang enak adalah kita semua (saat itu 7 orang) bisa saling mengobrol dalam 1 meja. namun karena keadaan Mal Taman Anggrek yang sedang ramai di akhir pekan, maka tempat makan banyak yang penuh termasuk Ajisen Ramen ini.. Dan ketika kita mulai melihat menu di depan dan masuk dengan diantar oleh pelayannya, saya dihadapkan pada sebuah meja yang dari luar kelihatannya seperti lesehan, namun ternyata kaki kita bisa masuk di dalamnya. Dalam penglihatan saya, saya rasa cukup untuk 7 orang.. Namun ketika deal dan mencoba, ternyata TIDAK CUKUP zzzz saya tidak memperhitungkan kapasitas body PAMU2 yang sebenarnya walaupun di Jakarta ini dia sudah cukup agak kurusan, namun tetap tidak muat karena kita ber 7. Kalo ber 6 sepertinya bisa dipas kan. Maka dengan konyolnya kita berpisah meja, 3 orang di meja kiri dekat Jendela (Pras, Pamu2, BY) dan 4 orang di meja kanan (Erick, Erika, Allan, Tata). Maka, temu kangen yang harusnya terjadi antara Prasu dengan Erick berakhir dengan menggenaskan.

4. KARAOKEnya bukan INUL VISTA !!! what thee … ya, karaoke nya bukan Inul Vista tetapi IHAO?? IWAO ?? pokoknya sangat butut pemirsa, dan tidak recommended. kali ini personilnya ketambahan sodari Cen2 dan sodara Arnold sang kekasih.. yang awalnya mengatakan cuma sebentar disana.. namun ternyata sampai selesai karena si Arnold ternyata doyan nyanyi. Ya, kembali ke IH/WAO?? 1 jam pertama, kita dihantui dengan keadaan sound system yang creepy tidak kerasa bass nya, mic yang membuat suara anda semakin butut, keyboard yang sangan sensitif, pelayanan operator dengan lewat telepon namun datangnya lama dan terakhir yang paling mengasyikkan adalah mic nya yang sering berdengung dengan hebatnya hueee… dan kebodohan kita tidak komplain2 dari awal2 namun ketika ditengah2 ketika sejam telah berlalu.. -_-

5. PRAZU-san yang ternyata pulang terlalu cepat. Ya Saya tidak tahu kalau prasu harus balik cepat, karena besok pagi harus bangun dan menjadi panitia untuk acara pagi kondangan sodarannye.. saya kira dia menginap di tempat eyke.. Untungnya Pak BY dengan rendah hatinya mau mengantar pak Prazu pulang, walaupun cukup jauh balik dari ke Anggrek ke Gading Square.  Namun yang menjadi misteri, benarkan Prazu diantar “Pulang” oleh Pak BY ???  to be continued…

6. GUS INU yang berada di room sebelah. Ya, saya juga mengajak Gus inu beserta istri untuk rendezvouz dengan Mr. Prazu. Namun kekacauan kembali terjadi para pemirsaaa…. ketika waktu tepat di Jam 22.. ternyata Gus Inu / Istri bbm saya.. namun saya tidak menyadari karena sedang asyik bernyanyi butiran debu2 intan.. maka ketika saya melihat bbm.. ASTAGFIRULLAH ALAZIM.. ada bbm Istri Gus Inu menanyakan : “Allan dimana? BB nya mas dika off” 53 minutes ago…. damnnnnn… karena saya sudah pasrah mungkin Gus Inu tidak jadi datang karena tidak saya balas-balas dari tadi.. namun ketika saya disuruh cen2 menyertakan KTMnya agar diskon 10% ke pelayan IHAO.. ketika balik dari meja resepsionis.. dari kejauhan saya melihat Gus Inu beserta Istri, dan kakaknya istrinya.. lalu saya kaget, lah dari tadi kemana aja… trus dia ternyata lagi nyari saya dkk dan mau nonton startrek midnite jam 23.15… waktu saya mengantar dia ke room 12, tempat kaum ZhOr berada.. dia mengatakan.. : “JANCOK, aku mang nde sebelah room mu leeee… kon mang tak takoki ga bales..” zzzz maka akhirnya bersilahturahmi lah Gus Inu dengan wong cilik di room 12 untuk kemudian pergi lagi menghadiri nonton bareng Startrek dengan kabinet pembangunan Surabaya Bersatu di XXI Mal Taman Anggrek. Ah, sayang sekali Pras & Pak BY tidak bertemu dengan Gus Inu, pdhl mereka ingin menyampaikan aspirasinya..

7. BILLING 1 Jam. Ya, ketika Billing keluar, kita langsung bergembira ria karena yang ditulis hanya 1 Jam (125rb diskon 10% jadi 112.5rb). dan karena prasu dan pak by sudah urunan 50rb, maka urunan kita harusnya menjadi (112.5-50):7 = 9000 rupiah saja !!! namun ketika membayar di kasir, dengan tampang pura2 bego, Kasir menjelaskan itu billing kalau kita 1 jam, pdhl kita kan 2 Jam… zzzz artinya mereka tahu kalau kita karaoke 2 jam, namun berharap membayar 1 jam, dipikirnya kasirnya bego apa.. wkwkwk akhirnya bingunglah kita menghitung ulang jd sebenernya kita urunan berapa?? dan setelah erc menghitung dengan hp nya yg imut katanya jadi.. “15rb” ohhh berarti kurangnya tadi tinggal nambahin 6000 sajo.. namun setelah semua menambahkan ternyata masi kurang.. mbak kasirnya jd kesel.. apalagi ngitung duit hasil urunan abis nguli jadi tukang parkir (ada yang pake duit 2000an, 1000an <– saya nih wakakaka).. akhirnya kami mengambil semua uang tadi dan menghitung ulang berapa yang harus kami bayarkan masing2.. dan melihat duit yang begitu banyak dan ga jelas.. erc menjadi linglung dan menyerahkan semua ke erika.. dan sempat terjadi debat kusir dan cek cok di antara pasangan ini agan2.. entah saling menyalahkan mana angka yang benar, siapa yang ngitung benar, ternyata urunannya masing2 25rb zzz dari awal sudah benar ketika prasu dan pak by nanya ke saya berapa urunannya… jadi apa yang dikatakan erc ketika menghitung dengan hp nya adalah “kurang nya 15rb” jadi 15+9 = 24/25 bukan “urunannya 15rb” zzzzzzzz maka berakhirlah sudah akhir pekan yang kacau ini. Dan saya benar-benar butuh istirahat, karena kurang tidur dan tenggorokkan saya mulai sakit, dan dahaknya masi nyisa sampai detik ini.

Ternyata ada 7 kekacauan di akhir pekan lalu, ketika sodara Prazu-San bertandang ke Jakarta. Nantikan lah kekacauan2 lain yang mungkin akan dikenang sebagai peristiwa yang menjemukkan namun menggelikan <— opo ae iki. 1 hal yang patut disayangkan adalah kita tidak sempat mengabadikan dengan kamera, temu kangen kali ini.. dan yang terakhir adalah sepertinya saya salah menulis nama erc lagi dengan nama “Erick” pake k. hue.

-fin-


Cita-cita & Tujuan Hidup

Pernahkah anda ditanya-tanya seorang teman,  apa cita-cita anda di masa depan?

Banyak orang mengatakan ketika mereka di usia muda, menjadi dokter, pramugari atau bahkan Presiden.. dan saya sendiripun cuma mengatakan “sedang dikejar..” karena saya benar-benar tidak mengetahui ingin menjadi apa..

Namun di umur 20an, saya kembali ditanya hal yang sama, maka kali ini jawaban saya hanya simple dan sederhana.. “menjadi orang baik..”

Saya masih tidak mengetahui menjadi apa saya di masa depan, walaupun saya memiliki impian-impian, saya lebih menyimpannya untuk diri sendiri dan ketika impian-impian itu tercapai barulah saya melihat ke belakang bahwa banyak orang pasti yang sudah membantu saya.. dan saya bisa bangga apabila impian itu adalah impian-impian yang bisa berkarya bagi orang lain dan menghadirkan senyum serta tawa di wajah mereka..

Maka, ketika ada pada salah satu fase anda bertanya-tanya, sebenarnya tujuan hidup ini apa sih??

Saya rasa, mungkin salah satunya adalah: “Untuk memberikan kebahagiaan kepada orang lain..”

Manusia itu tidak hidup sendiri, mereka ada karena orang lain di sekitar mereka, kalau mereka hanya mencari kebahagiaan dan kesuksesan hanya untuk diri mereka sendiri itu serasa hampa dan tak berharga..

Untuk memberikan kebahagiaan kepada orang-orang disekitar kita entah yang sudah kita kenal ataupun belum kita kenal, mulailah dari sekarang selagi bisa dan ada waktu.. seperti status BBM seorang kolega ITA (Indonesian Toon Army) yang pernah saya baca:

“Berbagi itu tidak perlu menunggu kita berkecukupan..”

Dan apabila memang kita diberikan kelimpahan, diperlukan sebuah ketulusan untuk berbagi..

Bukan untuk mencari muka, bukan agar mereka mengingat jasa-jasa kita..

Namun hanya dengan merasakan persahabatan, kehangatan, serta senyum tawa di wajah mereka lah yang akan memberikan arti kebahagiaan itu sendiri, yakni cinta kasih, tanpa adanya syarat & batasan-batasan.

-fin-


This house is too big for me..

Setiap hari saya bangun, lalu ke bawah cuci piring, kemudian menyapu biji2 di sekitar wc bawah, kemudian keluar teras rumah menyapu daun2 berserakan, dan saya melihat beberapa tanaman pucuk merah yang layu dan menyedihkan, kemudian ada 2 pot hanya berupa ranting tanpa daun, serta beberapa tanaman bambu yang daunnya mulai menguning.. di sore hari lah saya baru mulai menyiram tanaman2 tersebut.. minimal setengah jam smpe kayak tadi 1 jam agan.. hueeee

Kata ayah saya,, ada beberapa tanaman yang disiram sekedarnya, dan ada beberapa yang harus banyak disiramnya seperti pucuk merah, yang tidak mengutamakan hanya pada dedaunannya yang basah tetapi juga tanah dan akar yg menopangnya yang paling utama.

Namun saya tidak setiap hari bisa menyiram tanaman tersebut, kadang karena lupa, mood2an, atau sedang keluar dan pulang terlalu malam.. hal itu lah yg menyebabkan banyak tanaman meranggaas…. hueeeee…

Help meeee….. Sayaaaaa butuhhh pembantuuuuuuu, dengan kriteria sebagai berikut:

0. Jujur (ga nyolongan) <– ini yang paling penting

1. Bisa menyapu

2. Bisa menyedot debu

3. Bisa mengepel

4. Bisa menguras bak mandi

5. Bisa memasak

6. Bisa mencuci pakaian

7. Bisa mencuci piring

8. Bisa mengelap meja2 dan lemari2

9. Bisa beres-beres

10. Bisa menyapu daun di halaman

11. Bisa menyiram tanaman supaya tidak mati

12. Bisa mencuci mobil (whatt??)

13. Bisa nangkep curut & tikus yang sering berkeliaran

14. Bisa mendengar suara orang datang di dpn pagar

15. Bisa mijit, cantik & seksi.. lho lho lho lho lho?

kalau ada kriteria yang agan2 reader blog yang hanya 5 biji ini bisa tambahkan,  tolong komen ya…

-salam hue-